Industri Ramah Lingkungan untuk Indonesia yang Lebih Baik

by - May 10, 2019


Industri Ramah Lingkungan untuk Indonesia yang Lebih Baik - Kehidupan masyarakat tak lepas dari hubungannya dengan daerah 3T yang merupakan singkatan dari daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia. Sebagian besar daerah 3T ini menjadi gerbang tapal batas di negara Indonesia. Letak daerah yang berada jauh dari ibu kota provinsi menjadikan pertumbuhan ekonomi penduduk daerah 3T menjadi terhambat dikarenakan  pembangunan infrastruktur yang belum merata. Namun di sisi lain, daerah 3T biasanya menyimpan keelokan yang sudah tidak dimiliki lagi oleh daerah dengan peradaban yang tinggi, diantaranya kekayaan budaya yang menjadi ciri khas dan keunikan suatu daerah. 
        Kearifan lokal dan budaya biasanya masih dilestarikan di daerah-daerah 3T. Tak jarang kita disuguhkan berbagai macam tempat pariwisata yang begitu indah serta tidak dapat ditemukan di daerah dengan peradaban teknologi yang tinggi. Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah dan dapat menjadi modal bagi daerah 3T untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada menjadi lebih maju dengan memanfaatkan kearifan lokal. Tentu saja untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerjasama dan kesadaran sebagai sesama bangsa Indonesia untuk saling bahu membahu.

Peran Industri Ramah Lingkungan di Daerah 3T
       Pemerintah memfokuskan pemberdayaan ekonomi dan sumber daya masyarakat desa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) salah satunya dengan mendukung industri ramah lingkungan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut. Dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi maka desa akan menjadi semakin makmur. Indikasi membaiknya kondisi ekonomi di wilayah 3T dinilai dari berkurangnya jumlah desa tertinggal, menurunnya tingkat inflasi di pedesaan serta berkurangnya tingkat kemiskinan di daerah tersebut.
       Sebagian besar daerah tertinggal berada di wilayah timur Indonesia. Daerah tertinggal, kawasan perbatasan negara dan juga pulau-pulau kecil terluar pada dasarnya memiliki potensi dan sumber daya alam yang melimpah, namun masih banyak penduduk daerah tersebut yang belum menikmati manfaat pembangunan akibat terisolasi dan terbatasnya akses terhadap layanan publik serta peluang ekonomi. Strategi untuk mengembangkan daerah-daerah ini perlu didasarkan pada potensi unggulan wilayah serta mempertimbangkan karakteristik di wilayah tersebut.
       Kendala yang dihadapi dalam pembangunan daerah 3T antara lain rendahnya akses ke pelayanan dasar, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, terbatasnya akses ke lembaga keuangan, pasar, dan aktivitas ekonomi. Industri ramah lingkungan yang dibangun di daerah 3T tentunya dapat meningkatkan potensi masyarakat di daerah 3T dalam bidang perekonomian. Industri yang tidak memperhatikan lingkungan tentunya dapat merusak potensi alam yang ada di daerah tersebut.
Sumber Gambar : Korindonews.com

KORINDO Selaras dengan Upaya Memajukan Daerah 3T
       Salah satu upaya yang dilakukan pihak pemerintah dalam mengurangi jumlah daerah tertinggal adalah dengan mengajak para pelaku usaha untuk berinvestasi di daerah perbatasan. KORINDO merupakan salah satu contoh kesuksesan dalam membangun investasi yang cukup kondusif di daerah Papua, tepatnya di daerah Boven Digoel dan Merauke.
       KORINDO didirikan tahun 1969 dan telah beroperasi selama puluhan tahun. Perusahaan Indonesia ini awalnya memiliki fokus utama di bidang pengembangan hardwood namun pada tahun 1979 beralih ke plywood atau veneer. Tahun 1984 KORINDO menempatkan fokusnya pada kertas koran dan perkebunan kayu pada tahun 1993. Di samping itu, tahun 1995 KORINDO fokus pada perkebunan kelapa sawit.
       KORINDO tak hanya berkomitmen sebagai salah satu industri ramah lingkungan, tapi juga berusaha mewujudkan  “Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia”. Hal ini dibuktikan dengan menjaga citra wilayah perbatasan sebagai beranda atau teras bagi negara. Beberapa prestasi KORINDO diantaranya adalah berhasil memasok kertas koran untuk kebutuhan domestik. Hal ini merupakan kabar yang menggembirakan karena sebelumnya industri kertas koran sangat bergantung pada kertas koran impor. 
       Lewat usahanya, perusahaan ini juga berhasil mengembangkan industri ramah lingkungan dan berkomitmen mengembangkan usaha di wilayah tertinggal serta membantu perekonomian termasuk di daerah perbatasan seperti di Kabupaten Boven Digoel dan juga Merauke, Papua. 

Program yang Membantu Perekonomian di Perbatasan Papua
       Adanya investasi di daerah perbatasan seperti daerah Boven Digoel dan Merauke dapat membantu meningkatkan perekonomian serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah tersebut. KORINDO sukses berkontribusi untuk perekonomian dengan berusaha mengembangkan konsep industri di bidang kehutanan dan perkebunan kelapa sawit yang merupakan industri ramah lingkungan di Papua. Salah satu kontribusi KORINDO adalah dapat menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 10.000 orang tenaga kerja.
       Selain itu KORINDO berkomitmen untuk mendukung Perubahan untuk Indonesia yang Lebih Baik serta membangun masyarakat lewat berbagai program Corporate Social Contribution (CSC/CSR). Berikut ini beberapa program unggulan yang telah dijalankan KORINDO untuk membantu perekonomian di daerah 3T:

1. Memberikan Bantuan untuk Bisnis Secara Langsung
    Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat, sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah. Lewat program ini diharapkan masyarakat menjadi lebih produktif dalam mengelola berbagai bisnis. Selain itu ada pula bantuan bisnis perkebunan karet, minyak kelapa sawit, serta kepemilikan kios dan ruko. Dengan bantuan bisnis secara langsung ini maka pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat diharapkan bisa meningkat dan berkelanjutan.

2. Melakukan Budidaya Sayuran
    Kecukupan pangan tentunya sangat penting bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Karena itu KORINDO menggerakkan para mama (sebutan untuk para ibu di Papua) untuk bersama-sama menanam aneka sayuran. Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan sayur-mayur keluarga, program ini juga diharapkan dapat membantu perekonomian. Usaha ini telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Lahan yang digarap sejak bulan Agustus 2018 telah dipanen perdana pada awal bulan September 2018. Aneka sayur yang ditanam tersebut diantaranya adalah jagung manis, terong, sawi, dan juga bayam.

3. Membantu Petani 
    Selain membina para ibu untuk melakukan budidaya sayur mayur, KORINDO juga membina para petani di Papua. KORINDO menyediakan sebagian lahan perkebunan untuk diolah menjadi sawah oleh penduduk setempat. Selain lahan, diberikan pula bantuan berupa alat-alat pertanian dan pupuk. Dengan adanya sawah diharapkan kebutuhan pangan akan tercukupi karena kini terdapat pusat produksi pangan di daerah.

4. Membangun Jembatan untuk Masyarakat Daerah Pedalaman
    Di daerah perbatasan terutama di pedalaman, prasarana sangatlah penting dalam upaya memajukan daerah tersebut. Ini karena laju perekonomian memang sangat tergantung pada transportasi dari satu daerah ke daerah lain. Kondisi jembatan yang tidak layak tentu akan membahayakan serta menghambat transportasi. Karena itu sebagai salah satu industri ramah lingkungan, KORINDO membangun jembatan yang menyalami kerusakan menjadi jembatan permanen.
Sumber Gambar : Korindonews.com

5. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
    Kesehatan masyarakat juga tak luput dari kepedulian perusahaan KORINDO ini. Hal ini diwujudkan dengan membangun Klinik Asiki yang didukung dengan tenaga medis profesional serta fasilitas yang cukup modern dan lengkap. Klinik ini telah mendapat penghargaan sebagai klinik terbaik di Papua dan mampu memberikan pelayanan prima kepada 10.000 orang pesertanya meski terletak di daerah pedalaman yang biasanya sulit dijangkau tenaga medis. Meningkatkan kesehatan tentu akan membantu meningkatkan produktivitas masyarakat.
    Selain memberikan layanan kesehatan di Klinik Asiki, KORINDO pun memiliki program Mobile Service ke desa-desa terpencil di sekitar Boven Digoel. Dalam kegiatannya, Mobile Service dari Klinik ini bekerja sama dengan puskesmas. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesehatan para ibu hamil serta bayi dan balita di Kabupaten Boven Digoel tersebut.

6. Membangun Tempat untuk Ibadah dan Sekolah
    Sebagian besar penduduk daerah Boven Digoel beragama Katolik serta Kristen Protestan. Sedangkan sekitar 23% penduduknya bergama Islam. Meski di kabupaten ini khususnya di Asiki didominasi oleh warga Katolik dan Kristen namun kehidupan beragama berlangsung dengan harmonis. KORINDO  ikut membangun mesjid berkapasitas 1.000 jamaah dan rutin digunakan untuk beribadah. Masjid ini memiliki fasilitas yang lengkap seperti halaman yang luas, taman bermain anak-anak, hingga sekolah PAUD dan madrasah.
Sumber Gambar : Korindonews.com

     Kepedulian KORINDO ini mendapatkan penghargaan dan juga prestasi berupa Padmamitra Award untuk kategori Penanganan Keterpencilan oleh Kementrian Sosial Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh negara kepada dunia usaha atau industri atas perhatian dan kontribusinya terhadap kondisi sosial masyarakat. Salah satu unit bisnis KORINDO yaitu PT. Tunas Sawa Erma berhasil mendapatkan penghargaan ini lewat program pelayanan kesehatan masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Meski demikian, penghargaan yang tak kalah berarti sesungguhnya adalah penghargaan dari masyarakat yang telah merasakan manfaat program-program dari KORINDO. 
       Semoga KORINDO tetap berkomitmen menjadi industri ramah lingkungan dan terus bermitra dengan pemerintah untuk membangun daerah perbatasan.  Daerah perbatasan diharapkan dapat mengubah citranya menjadi daerah terdepan yang maju dan memiliki daya saing dalam upaya mewujudkan Perubahan untuk Indonesia yang Lebih Baik.

You May Also Like

11 comments

  1. Keren ya programnya KORINDO. Semoga sukses selalu.

    Btw, saya dulu pengen ikut program guru di 3 T mbak. Tapi belum kesampaian. Hehehe

    ReplyDelete
  2. Aku dulu pernah berkunjung ke papua, tapi belum sampai ke perbatasannya...
    Oh, ya, salam kenal ya mbak...

    Blognya sudah saya follow.
    Follow balik ya mbak, makasih :)

    ReplyDelete
  3. Dari dulu pengen banget ke tempat2, seperti perbatasan. Sayang, belum kesampaian sampai sekarang.

    ReplyDelete
  4. Waah alhamdulillaah programnya KORINDO bagus banget, semoga semua berjalan lancar :)

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah masih ada perusahaan yang peduli dengan masyarakat daerah perbatasan, sukses terus KORINDO.

    ReplyDelete
  6. Semoga akan banyak perusahaan seperti KORINDO yang mau bekerjasama dengan pemerintah untuk ikut bagian dalam membangun negeri ini.

    ReplyDelete
  7. aku pernah ke daerah perbatasan di NTT yang berbatasan dengan timor leste. Setuju dengan pernyataan bahwa perbatasan adalah teras sebuah negara. Pemerintah harus memperhatikan daerah perbatasan biar gak terambil oleh negara tetangga. Sukses selalu buat KORINDO dengan program2nya :)

    ReplyDelete
  8. selalu salut dengan industri yang berusaha dekat dan menjaga lingkungannya

    ReplyDelete
  9. keren banget program korindo. Semoga tetap kontinyu dan konsisten, hingga tidak ada lagi daerah dengan sebutan 3T

    ReplyDelete
  10. Semoga kepedulian yang ditunjukkan oleh Korindo terhadap daerah 3T bisa ditiru oleh pihak-pihak lainnya sehingga kita tidak lagi mendengarcerita-cerita miris tentang keadaan saudara-saudara kita yang tinggal di daerah 3T

    ReplyDelete
  11. jadi tahu perusahaan lain yg ada di tanah Papua selain Freeport. terima kasih tulisannya mb ^^. smoga kekayaan negeri Indonesia dpt mmbawa kebaikan dan berkah bagi smua, terutama penduduk sekitar 💖^^

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya,,, silahkan post komentar Anda