Memiliki anak yang tumbuh sehat merupakan dambaan setiap orang tua. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga kesehatan anak mulai dari memb...

Pentingnya Mengoptimalkan 1000 Hari Terbaik Bagi Anak Untuk Mencegah Stunting

Senin, November 05, 2018 Hindun Uswatun Nisa 27 Comments

Memiliki anak yang tumbuh sehat merupakan dambaan setiap orang tua. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga kesehatan anak mulai dari memberi multivitamin, memilih makanan yang terbaik hingga berkonsultasi tentang pertumbuhannya agar anak tumbuh dengan sehat.
Kebanyakan orang tua mengukur pertumbuhan anaknya dari berat badan saja. Melihat anaknya yang sudah sedikit gemuk, maka dianggap anak tersebut sehat. Padahal tinggi badan pun penting untuk terus dipantau. Banyak yang tidak menyadari bahwa anak kurang tinggi adalah permasalahan pertumbuhan yang berkaitan dengan gizi anak.
Mengenal Scaling Up Nutrition Dan Stunting
Scaling up nutrition merupakan gerakan yang dilakukan oleh berbagai negara di dunia yang bertujuan untuk menghilangkan berbagai jenis malnutrisi. Gerakan ini menggabungkan upaya pemerintah, lembaga masyarakat, United Nations, pengusaha, ilmuwan dan berbagai lapisan masyarakat. Mengurangi angka malnutrisi dapat memberi efek positif bukan hanya untuk keluarga tapi juga untuk masyarakat. Anak yang malnutrisi nantinya bisa menjadi ibu yang juga mengalami malnutrisi dan kemudian melahirkan lagi anak yang malnutrisi. Siklus ini akan terus terjadi selama belum ada perbaikan dari segi gizi dan kesehatan.
Gerakan ini mengoptimalkan upaya dalam memenuhi kebutuhan pada 1000 hari pertama kehidupan anak dalam rangka mengurangi angka malnutrisi. Dampak malnutrisi pada anak tidak hanya berlangsung selama masa kanak-kanak saja tetapi akan terus berdampak hingga dewasa. Salah satu dampak malnutrisi yang akan terus berdampak pada anak hingga dewasa adalah stunting. Stunting merupakan kondisi anak lebih pendek dari rata-rata tinggi anak seusianya. Tak hanya dikaitkan dengan tubuh anak yang pendek, stunting juga dapat menyebabkan kecerdasan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan teman-temannya.


Mengapa stunting harus diwaspadai? Stunting pada anak merupakan suatu kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Jika seorang anak sudah stunting atau pendek sejak ia masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa. Meskipun diberi makanan bergizi pada masa pubertas, ia tidak dapat tumbuh dengan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil.  Namun, tetap dianjurkan memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi semakin buruk. Kondisi ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal, saat awal-awal kehidupannya yaitu 1.000 hari pertama kehidupan.



Gejala Dan Dampak Stunting Pada Anak

Stunting dapat diketahui jika Anda memantau pertumbuhan serta perkembangan si kecil sejak ia lahir. Beberapa gejala dan tanda lain yang dialami diantaranya perkembangan tubuh terhambat dan anak mudah terkena penyakit infeksi. Untuk mengetahui apakah tinggi anak normal atau tidak, Anda harus rutin memeriksakannya ke pelayanan kesehatan terdekat. 
Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan anak hingga ia dewasa nanti, tidak hanya berdampak pada fisiknya saja. Berikut ini adalah resiko stunting yang akan dialami oleh anak:

1. Kemampuan kognitif yang kurang
2. Mudah lelah dan kurang lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya
3. Resiko terserang penyakit infeksi lebih tinggi
4. Resiko mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, kanker, dan            lain-lain) di usia dewasa.
5. Memiliki tingkat produktifitas yang rendah dan sulit bersaing di dalam dunia kerja                  ketika dewasa.

Mengapa kita harus memperhatikan 1000 hari pertama anak?

Salah satu gerakan yang diupayakan oleh scaling up nutrition adalah pemenuhan kebutuhan anak selama masa 1000 hari pertama kehidupan atau disebut sebagai window of opportunity. Selama 1000 hari ini anak sedang berada dalam masa emas pertumbuhannya. Pemenuhan gizi yang baik dalam 1000 hari pertama akan membuat kemampuan anak untuk tumbuh dan belajar menjadi lebih baik.
Hari pertama dari 1000 hari pertama kehidupan dihitung mulai dari konsepsi lalu terbentuk embrio hingga anak berusia 2 tahun. Sangatlah penting memperhatikan kecukupan gizi selama hamil hingga tahun-tahun pertama kehidupan anak karena berperan dalam membentuk fungsi otak dan membantu memperkuat sistem imun. Saat bayi lahir, hanya 25% bagian otaknya yang berkembang. Namun ketika menginjak usia 3 tahun perkembangan otak ini sudah meningkat hingga 80%. Pesatnya tumbuh kembang anak selama periode 1000 hari pertama kehidupannya harus didukung dengan pemenuhan gizi yang menyehatkan, sanitasi yang baik dan pola asuh yang tepat.

Perhatikan Pula Sanitasi Lingkungan!

Selain gizi yang seimbang dan pola asuh, ada faktor pendukung lain untuk menangani stunting yakni akses air bersih dan sanitasi . Gizi dan makanan juga berkaitan dengan lingkungan. Jika masyarakat sudah bisa menggunakan akses air bersih dan sanitasi yang memadai, maka stunting dapat dikurangi. Daerah dengan angka stunting tinggi perlu diperhatikan akses air bersih agar lebih maksimal dirasakan masyarakat.
Air yang bersih berpengaruh juga pada makanan dan kesehatan anak. Makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan dapat menjadi sumber penyakit jika tidak dicuci dengan air yang bersih. Begitu pula dengan tubuh anak, kebersihannya perlu dijaga dengan cara mandi dan cuci tangan dengan air bersih. Untuk itulah faktor air bersih perlu diperhatikan.


Upaya memaksimalkan 1000 hari pertama kehidupan anak

Setelah mengetahui tentang penyebab, gejala serta dampak dari stunting, selanjutnya kita perlu mengupayakan yang terbaik untuk anak di 1000 hari pertama kehidupannya.

Masa Kehamilan
1. Penuhilah kebutuhan gizi saat hamil untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak. Perhatikan tambahan kalori, protein, lemak dan karbohidrat di tiap harinya, 
2. Mengonsumsi tablet penambah darah setidaknya 90 tablet selama masa kehamilan. Anemia pada ibu hamil lebih berbahaya daripada anemia pada umumnya karena dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan komplikasi saat melahirkan,
3. Rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan atau bidan agar dapat segera ditangani jika terdeteksi adanya masalah saat hamil.

Bayi lahir sampai usia 6 bulan
1. Proses melahirkan lebih baik di bidan atau dokter terlatih yang sudah mengetahui prosedur kelahiran dan bagaimana cara mengatasi komplikasi yang mungkin dapat terjadi saat proses kelahiran bayi,
2. Segera lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) setelah bayi lahir,
3. Ibu disarankan untuk memberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.
4. Rutin memeriksa tumbuh kembang bayi ke posyandu atau rumah sakit agar mengetahui status gizi pada anak.

Bayi di atas 6 bulan hingga 2 tahun
1. Berikan makanan tambahan berupa Makanan Pendamping ASI atau MPASI karena ASI saja sudah tidak mencukupi kebutuhan gizi saat bayi berusia lebih dari 6 bulan,
2. Lengkapi dengan pemberian vitamin untuk anak guna mencegah berbagai penyakit di kemudian hari.

Mengingat pentingnya 1000 hari pertama bagi anak, maka informasi dan pengetahuan ini perlu diketahui oleh tiap orang tua. Dengan pengetahuan yang dimiliki, tentunya akan lebih mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Yuk, tetap semangat mengupayakan yang terbaik untuk pertumbuhan anak!
#1000HariTerbaik #1000HariPertamaAnanda 

27 comments:

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya,,, silahkan post komentar Anda