Sebuah  novelet legendaris karya Helvy Tiana Rosa, berjudul Ketika Mas Gagah Pergi diangkat ke dalam layar lebar. Sebuah cerpen yang berkis...

Ketika Mas Gagah Pergi Menuju Layar Lebar

Selasa, Juni 23, 2015 Hindun Uswatun Nisa 0 Comments


Sebuah novelet legendaris karya Helvy Tiana Rosa, berjudul Ketika Mas Gagah Pergi diangkat ke dalam layar lebar. Sebuah cerpen yang berkisah tentang perubahan seorang Mas Gagah dari yang kurang mendalami ilmu agama islam menjadi seseorang yang senang mempelajari islam serta mengamalkan setiap ilmu yang diperolehnya.

Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) adalah sebuah cerita remaja yang pertamakali saya tulis dalam bentuk cerpen sebagai tugas mata kuliah Sastra Populer 1992 di Fakultas Sastra UI. Mengapa saya menulis kisah ini?
Jawabnya karena sebagai anak muda saya ingin sekali membaca cerpen remaja dengan nuansa Islam yang kental, yang pada waktu itu belum ada. Saat itu kalau saya mau baca karya bernuansa Islam maka harus baca karya Hamka, Muhammad Diponegoro, Jamil Suherman, Ahmad Tohari,  atau Fudoli Zaini yang memang lebih ditujukan untuk peminat sastra, bukan remaja.

Cerpen KMGP  dimuat pertama kali September 1993 di Majalah Annida dan terbit sebagai buku bersama kisah-kisah saya yang lain tahun 1997 (Penerbit Pustaka Annida) dan langsung terjual 10.000 eksemplar dalam seminggu, sebelum dicetak sebagai buku. Tahun 2000 buku ini diterbitkan dan cetak ulang berkali-kali oleh Penerbit Asy Syaamil, Bandung.  Cerita KMGP dalam bentuk cerpen saya lanjutkan tahun 1997 di Majalah Annida, dengan kemunculan “Lelaki Tak Bernama” atau yang biasa disebut “Mas Kotak-Kotak”.

Lalu versi 1993 dan 1997 diterbitkan dalam bentuk novellet 2011. Hingga kini buku KMGP telah dicetak ulang lebih dari 25 kali. Republika, The Straits Times hingga Los Angees Times pun menyebut saya sebagai pelopor penulisan fiksi Islami perempuan atau pelopor fiksi Islami kontemporer di Indonesia. Sebagian menganggap KMGP sebagai “pembuka jalan” bagi munculnya karya sastra remaja bernuansa Islam yang kemudian menjamur di negeri ini.  Allahu a’lam”
Itulah penjelasan Helvy Tiana Rosa tentang Ketika Mas Gagah Pergi.

Saya masih ingat saat pertama kali membaca cerita ini, tertegun pada alur ceritanya. Tata bahasanya yang runtun dapat membawa pembaca bisa masuk ke dalam cerita tersebut. Pembaca seakan-akan bisa masuk dalam kehidupan Mas Gagah dan Gita. Awalnya Gita selalu bangga terhadap abangnya, Mas Gagah. Perubahan pribadi yang terjadi pada Gagah turut mengubah kehidupan Gita. 
Bagaimana Gita menghadapi hal ini? Hhmm.. Temukan sendiri jawabannya dalam film tersebut yang dijadwalkan tayang pada tahun ini.


0 comments:

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya,,, silahkan post komentar Anda

Selasa, 26 April 1988 atau bertepatan  dengan 10 Ramadhan 1409 H, di salah satu desa di Ciamis, Jawa Barat seorang ibu tanpa didamping...

Mencari arti “HINDUN”

Rabu, Juni 17, 2015 Hindun Uswatun Nisa 0 Comments



Selasa, 26 April 1988 atau bertepatan  dengan 10 Ramadhan 1409 H, di salah satu desa di Ciamis, Jawa Barat seorang ibu tanpa didampingi suami (karena sedang ada keperluan dan tidak berada di desa tersebut) melahirkan seorang anak dgn ditemani emak (nenek) juga dibantu Mak Tijem (almarhumah) dan pak mantri (mantri siapa ya? lupa namanya eum) alhamdulillah proses persalinan berjalan lancar. Meski sebelumnya sempat mengalami beberapa hambatan dikarenakan jarak rumah mak tijem agak jauh dan pada waktu itu memang handphone belum begitu marak digunakan seperti sekarang ini. Kelahiran tersebut terjadi sekitar pukul 21.00-22.00 WIB saat bulan sedang terang benderang. Abi-nya kemudian memberinya nama HINDUN USWATUN NISA. Begitulah kira-kira cerita dari umi tentang kelahiran saya. Masa kecil saya lalui di Tasikmalaya yang sering disebut kota tasik, yang asyik menarik meski ketenangan agak terusik karena kendaraan agak berisik.
Dulu nama hindun masih belum banyak seperti sekarang, nama hindun masih terdengar aneh. Sewaktu kecil, sepulang sekolah agama, saya sering cemberut dan mengerutkan dahi karena teman-teman mengolok-olok “hindun kan yang makan hati hamzah... ih...hindun mah jahat”. Walaupun mereka hanya becanda tapi membuat saya bingung “kenapa Abi (ayah) memberi nama hindun? Apa maksudnya? Di zaman Nabi Muhammad SAW, Hindun kan jahat” begitulah pemikiran polos saya dahulu ketika masih kekanak-kanakan  karena minim pengetahuan. Karena penasaran, saya bertanya kepada Abi dengan penuh rasa penasaran...”Abi..abi... hindun teh naon hartosna atuh? (hindun itu apa artinya?) Upami di bahasa Arab mah ‘uswatun’=contoh, ‘nisa’= wanita, hindun naon???” tanyaku penuh antusias. “ secara bahasa arab mah teu aya hartosna, tapi di zaman nabi, nami hindun teh seueur sanes hindun nu makan hati hamzah hungkul (tdk ada arti secara bahasa arab. Tapi di zaman nabi, yang namanya hindun itu banyak.. bukan hanya hindun yang makan hati hamzah saja)” jawab abi singkat. Berulang-ulang saya cari nama hindun dalam buku-buku tarikh yang ada di rumah. Dikarenakan keterbatasan ilmu (dan agak malas baca banyak buku  ^_^ ) , yang saya temukan hanya kisah Hindun binti ‘utbah yang dengan ganasnya memakan hati Hamzah dengan harapan akan mengobati hati hindun yang pedih karena dendam kehilangan beberapa keluarganya dalam perang Badar. Namun pada akhirnya hindun binti ‘utbah masuk agama islam.
Sampai usia remaja, saya masih risih dengan anggapan orang bahwa hindun adalah nama yang langka. Lalu kemudian muncul “mpok hindun” di salah satu sinetron komedi betawi. Hmmm... sedikit lega karena sepertinya nama hindun mulai tidak langka lagi. Namun sekarang saya mengerti ada cerita menarik di balik nama hindun.
Menurut kebiasaan bangsa Arab, nama Hindun bisa dipergunakan untuk laki-laki maupun perempuan. Khadijah binti khuwailid mempunyai dua orang anak bernama hindun dari dua orang suaminya yang terdahulu sebelum menikah dengan Rosululloh SAW. Dari suaminya yang terdahulu Atiq bin Aid bin Abdullah Al- Makhzumiy, Khadijah memiliki seorang anak perempuan yang diberi nama hindun. Sedangkan dari Abu Halah Zararah At-Taimy, Khadijah melahirkan seorang anak laki-laki yang juga diberi nama Hindun ( As-sirah, hal: 1/20 dan As-Samitush Tsamin. Hal: 13)
Salah satu Ummul mukminin yaitu Ummu Salamah nama aslinya adalah Hindun binti Umayyah. Ummu salamah ditinggal wafat suaminya yang bernama Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar Makhzum (Abu salamah). Abu salamah merupakan salah seorang yang pemberani dalam menghadapi musuh-musuh islam dalam peperangan. Ia wafat setelah mengalami luka-luka yang cukup parah dalam perang uhud. Rosululloh berada di sampingnya ketika menjelang ajalnya.Rosululloh pun menutup kedua matanya dengan tangan beliau kemudian bertakbir 9 kali. Seorang sahabat bertanya “Ya Rosulullaoh engkau bertakbir 9 kali,apakah bukan karena lupa?”. Beliau menjawab “Tidak, aku tidak lupa. Seumpama aku bertakbir 1000 kali baginya, itupun wajar” (Tarukh, At- Thabariy, II/177).
Hindun binti umayyah merupakan sosok yang tabah. Setelah masa iddah hindun habis, hindun binti umayyah pernah dilamar Abu Bakar dan Umar. Tetapi ia menolak dengan sopan. Tidak lama kemudian Menyusul lamaran Rosululloh SAW . Pada mulanya hindun berkeberatan dan mohon maaf dengan alasan merasa kurang pantas karena hindun merasa tidak muda lagi dan memiliki beberapa orang anak yang masih kecil. Bukankah nanti merepotkan keluarga Rosululloh SAW?. Alasan hindun kemudian dijawab oleh Rosululloh SAW : “ Kalau engkau merasa tua, maka aku lebih tua darimu. Kalau ada kecemburuan dalam hatimu semoga Alloh menghilangkannya. Anak-anakmu berada di tangan Alloh dan Rosul-Nya”. Rosul pun menikah dengan Hindun binti Umayyah. Hindun aktif dalam berdakwah dan dalam pertempuran melawan kaum kafir. Sejarah islam mencatat bahwa ummu salamah pernah mengikuti nabi ketika melaksanakan perang Khaibar juga mengikuti Haji wada’. Kecemerlangan ide-nya pun terlihat ketika membantu Rosululloh SAW. Setelah perjanjian hudaibiyah yang kurang begitu disetujui oleh para sahabat, Rosululloh SAW memerintahkan untuk memotong hewan Qurban dan mencukur rambut, namun para sahabat kurang menanggapi. Rosul kemudian masuk ke perkemahan ummu salamah dengan sedikit kesal. Ummu salamah kemudian mengusulkan agar Rosululloh SAW melakukannya terlebih dahulu tanpa banyak berkata-kata. Dan ide tersebut pun berhasil, setelah melihat Rosul melakukannya para sahabat pun secara spontan mengikuti dan mereka menyesal telah mengabaikan perintah Rosululloh SAW.. mencari arti dari “ Hindun “, kini mengerti... dulu sempat agak risih dengan nama hindun, sekarang saya bangga karena di balik nama hindun tersimpan makna dan harapan untuk senantiasa tabah, berjuang, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi agar lebih bermanfaat seperti hindun binti umayyah dan jangan sampai menjadi pendendam seperti hindun binti ‘utbah, karena nenek bilang dendam itu tidak baik lho....^_^ semua menjadi bahan renungan panjang untuk diri, betapa luar biasa Alloh menyiapkan yang terbaik untuk tiap hambaNya... sekian... mohon maaf bila ada kesalahan.. maklum yang ngetik ini masih minim ilmunya, masih harus banyak belajar...

0 comments:

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya,,, silahkan post komentar Anda

"Penuhilah nafasku dengan kasihMu lagi.. Getarkan hatiku dengan cintaMu lagi.. Alirkan urat nadiku dengan rinduMu lagi.. Tawan d...

Bukan Angin yang pergi.. Tapi udara yang berarti..

Sabtu, Juni 13, 2015 Hindun Uswatun Nisa 0 Comments



"Penuhilah nafasku dengan kasihMu lagi.. Getarkan hatiku dengan cintaMu lagi.. Alirkan urat nadiku dengan rinduMu lagi.. Tawan diriku semata-mata karenaMu lagi.. Tiada yang lain lagi.. Yaa Hayyu Yaa Qoyyum" kata-kata lirih mengalun pelan, raganya tersandar pada kebisuan sudut dinding..

Hening adalah sahabatnya, suara hujan adalah alunan nyanyiannya.. Titik gerimis adalah hiasan matanya.. Alam adalah penghiburnya.. Angin adalah yang menyapanya.. Keramaian karakter adalah ketidaknyamanannya.. Bias senyum adalah keinginan di tiap hari-harinya..

"tak apa-apa bunda.. Hujan sangat menyegarkan, titik air yg indah berjatuhan" ucapnya..
"khawatir sakit, nak" ibundanya cemas..
 "mudah-mudahan tidak, kalaupun sakit berarti kesabaran di uji, sabar ketika sakit bukankah dapat menggugurkan dosa? Iya kan bun? " kata-kata mengalir tenang, sementara tubuhnya basah kuyup.

Hujan...sering ia nikmati..
Langit... Yang sering ia pandangi..
Sering ia membiarkan hujan menyapa tubuhnya..
Cahaya lampu jalanan yg temaram memperjelas titik-titik air gerimis nan indah yang berjatuhan.. Kalaupun hujan lebat,ia menyukai suaranya..
Suara hujan bagai melodi mengalun mengganti suara tangisan lara..
Sedangkan air hujan nan sejuk mengganti air lara di pelupuk mata. Menumpas lara..
Begitulah sudah tak tersirat di pikirannya utk meratapi lara.. Nyaris tidak ingin.. Lupakan..
Bias-bias senyum lebih bermakna.. Jengah untuk meratapi lara..
Jenuh pada kepenatan.. Tak ada ketenangan untuk kepenatan, tak ada energi untuk keluhan, tak ada alasan untuk terlena kelelahan..
Bukan sekedar angin yang datang menyejukkan lantas berlalu prgi..
 Ia hendak menjadikan karuniaNya laksana udara yang berarti dan dibutuhkan melengkapi kehidupan..

0 comments:

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya,,, silahkan post komentar Anda

Di ruang pereda keribetan ^_^ Mari mengKaji terjemah Q.S.YUNUS(10): 1-37 juga ayat qur'an lainnya..agar lebih menghujamkan kekuasa...

Bagaimana cara Melihat Alloh???

Rabu, Juni 03, 2015 Hindun Uswatun Nisa 0 Comments


Di ruang pereda keribetan ^_^ Mari mengKaji terjemah Q.S.YUNUS(10): 1-37 juga ayat qur'an lainnya..agar lebih menghujamkan kekuasaanNya di hati kita..
berikut ini adalah kisah kesusastraan mongolia,roman Tolstoy yg diterjemahkn dlm bahasa Arab..inti terjemah cerita:
ada seorang raja yg adil pd rakyatnya tapi tdk punya putra seorang pun.. ia begitu dicintai rakyatnya.

Pada suatu hari ia tergoda bujuk rayu syetan.. Ia harus melihat Alloh agar benar percaya pada Alloh.. Ia perintahkan semua pembesar kerajaan berpikir utk berusaha memperlihatkan Alloh. Waktu mereka hanya 3 hari. Jika tidak maka mereka akan mati..

3 hari kemudian para pemikir&pembesar kerajaan sudah berkumpul di pendopo..mereka sudah siap mati..lalu seorang rakyat kecil mengangkat tangan dan bicara "wahai tuan Raja,hamba sanggup memperlihatkan Alloh jika tuan berkenan"~
~"ya, katakan" perintah raja..
"jika tuan hendak melihat Alloh, maka hamba mohon tuan melihat ke arah matahari itu", raja mengangkat mukanya,tapi tiba2 menutup mata dgn kedua tangannya.
"jika tuan tidak dapat menatap matahari,padahal ia adalah makhlukNya yang paling besar lalu bagaimana tuan raja akan dapat melihat Alloh dengan kedua mata tuan yg lemah itu"

Raja merasa kalah & bingung kala hadirin bersorak-sorai..
raja bertanya: "siapa yang ada sebelum Alloh?"~
"tuan tentu tau angka,tolong anda berhitung!" raja pun mulai berhitung 1..2..3..& seterusnya..
"yg pertama tuan sebut adalah angka satu,demikian pula Alloh..Dia satu,tidak ada siapa-siapa sebelumNya.."
raja tak mau kalah dan bertanya "Apa kerja Alloh sekarang?" ~
"saya akan jawab,tapi syaratnya kita saling bergantian pakaian dulu..tuan pakai baju saya&sebaliknya" keduanya berganti pakaian..
rakyat itu pun berkata "yang dikerjakan Alloh sekarang ialah meninggikan derajat orang yang Dia kehendaki&berkehendak menurunkan derajat siapapun. Nah inilah aku sekarang, rakyat miskin yang menjadi raja dan tuan dari raja menjadi rakyat kecil.memuliakan,menghinakan,membinasakan adalah Kuasa Alloh SWT" semoga ada hikmahnya.. Salam ukhuwah..SENYUM RAMAH,JANGAN MARAH ^_^

0 comments:

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya,,, silahkan post komentar Anda

Dunia hanya persinggahan, akhirat adlh tujuan akhir.."setiap yg bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dgn keburukan &...

Menit-Menit Berharga

Rabu, Juni 03, 2015 Hindun Uswatun Nisa 0 Comments

Dunia hanya persinggahan, akhirat adlh tujuan akhir.."setiap yg bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dgn keburukan &kebaikan sebagai cobaan.Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami" Q.S Al-Anbiya (21) ayat 35. Beberapa tanda kelemahan iman adalah hatinya cenderung pd dunia dan kesenangannya, melihat kematian tapi tdk berbekas dlm hatinya, malas dan lalai utk amalan akhirat, meremehkan kebaikan, takut tertimpa kesulitan, tdk merasa sedih dgn hilangnya kesempatan berbuat baik, tentram meski bermaksiat, ayat Qur'an tak berbekas di hatinya dll. Dlm suatu hadits dari Anas ra.sabda Rosululloh SAW: perbanyaklah mengingat mati, sesungguhnya ingat mati dpt mmbersihkn dosa, menanamkn rasa zuhud dunia.bila mengingatnya saat kaya, niscaya dpt meruntuhkannya, dan bila mengingatnya saat miskin maka akan rela dgn kehidupanmu (al-hadits) sabda Rosul_ "Ber-amal-lah/ bekerjalah utk duniamu seakan kamu hdp utk slamanya, dan bekerjalah utk akhiratmu seakan kamu mati besok" (H.R.Ibnu Asakir) berharganya waktu,hembusan nafas yg terbatas, menit dlm hari yg dilalui, tak bisa terulang kembali. waki' bin al-jarrah membagi malamnya: 1/3 utk baca qur'an, lalu mmbaca surat mufashol (surat2 pndek)lalu duduk istighfar hingga menjelang fajar,.. Org berakal hendaknya membagi waktunya: 1.utk bermunajat, 2.utk muhasabah,introspeksi tafakur&tadabur, 3.utk ikhtiar keperluan hidup. Menit yg dilalui sngt berharga.. 10 menit dpt diisi dgn sholat sunnah, atau dzikrulloh yg bisa jd tameng dari godaan syetan dan dpt menenangkan hati.. Ucapan tasbih tahmid takbir mrpkn ucapan yg dpt memberatkan timbangan amal baik, atau 10 menit bisa baca Qur'an minimal Surat al-ikhlas yg dlm hadits al-ikhlas setara dgn 1/3 Qur'an, atau bisa membaca buku, baca 10 menit tiap hari maka jadi 300menit/5jam dlm 1bln.. Wah lumayan kan? ^_^ buku yg dibaca bisa tema apa saja agar termotivasi.. Mari bergerak....

0 comments:

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya,,, silahkan post komentar Anda